KEPEMIMPINAN #2

Contoh Kasus II : Bank Seruni
Bank Seruni Indonesia adalah bank besar di Yogyakarta. Bank ini mempunyai empat cabang yang tersebar di empat kabupaten di DIY. Selama beberapa bulan manajemen telah dan sedang mempertimbangkan suatu perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan. Suatu perubahan yang akan mempengaruhi baik departemen personalia maupun para manajer cabang. Rencana tersebut telah didiskusikan dengan semua orang yang akan dikenai dan sebagian dari mereka menentang perubahan itu. Penyelia latihan , Atika Nurhadi, adalah salah seorang penentang yang paling keras.
Setelah diskusi dengan para pengelola bank lainnya, wakil direktur bidang personalia, Ramoda Dangdut, memutuskan untuk mengimplementasikan perubahan. Dia membentuk dan menyeleksi para anggota satuan tugas khusus untuk mengimplementasikan perubahan dan memilih Atika sebagai kepala satuan kerja tersebut. Ketika Ramona meminta kesediaan Atika, dia menerima jabatan itu, dan kemudian berkata “Bapak tahu bahwa saya menentang perubahan ini. Mengapa Bapak memilih saya sebagai pimpinan ?”. Ramona menimpali :” Ya, saya mengetahui ketidaksetujuan saudara. Kami memilih saudara karena kami menganggap bahwa bila ada berbagai kekurangan dalam usulan perubahan, sadari akan menemukannya. Dan kami percaya saudari dapat membetulkannya.”
Pertanyaan Kasus II:
1. Mengapa seorang manajer seperti Ramona memilih pimpinan oposisi untuk mengimplementasikan perubahan? Apakah saudara setuju dengan tindakan Ramona tersebut? Mengapa ?
2. Berapa besar derajat kesuksesan Ramona dalam pelaksanaan perubahan menurut perkiraan saudara? Apa alasan saudara berpendapat demikian?

Kasus II memiliki karakter kememimpinan tersendiri. Dimana pimpinan memberikan tanggung jawab justru terhadap pihak yang oposisi dengan perubahan prosedur yang akan dilakukan. Ramona adalah sosok pemimpin yang menganut kombinasi dari gaya Kepemimpinan Laissez Faire dan Demoktratis. Ini adalah kombinasi yang cukup baik, karena dengan menerapkan hal ini pada keputusan yang akan diambil membuat perubahan prosedur-prosedur terhadap evaluasi pelatihan akan menjadi menarik. Hal ini dapat menjadi alasan Ramona, mengapa ia bisa melimpahkan perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan justru pada pimipinan yang malah memilih untuk oposisi. Pengimplementasian perubahan kepada oposisi adalah cara yang cerdas, karena ini akan membuat point-point yang dianggap kurang oleh oposisi akan menjadi lebih lebih sempurna dengan adanya oposisi yang selalu berfikir akan adanya kekurangan. Selain itu, Ramona pasti tahu akan kemampuan Atika, sehingga dia tidak akan mengambil keputusan dengan gagabah untuk perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan. Oleh karena itu alasan Ramona untuk memilih oposisi untuk mengimplementasikan perubahan dirasa tepat.
Kemungkinan kesuksesan Ramona sangat tinggi, karena dia menempatkan orang yang pantas di Kepala Satuan yaitu Atika. Seperti yang diungkapkan diatas, bahwa dengan demikian dapat dimanfaatkan segala potensi berfikir oposisi, yang akan menemukan hal negatif, dan kemudian menumukan solusi positif untuk menyempurnakannya / membetulkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s