KEPEMIMPINAN #

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

Tipe-Tipe Kepemimpinan:
1. Tipe Otokratis
Ciri-cirinya antara lain :
1). Mengadalkan kepada keuatan / kekuasaan
2). Menganggap dirinya pling berkuasa
3). Keras dalam mempertahankan prinsip
4). Jauh dari para bawahan
5). Perintah diberikan secara paksa

2. Tipe Laissez Faire
Ciri-cirinya antara lain:
1). Memberi kebebasan kepada para bawahan
2). Pemimpin tidak terlibat dalam kegiatan
3). Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan.
4). Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik.

3. Tipe Paternalistik
Ciri-cirinya antara lain:
1). Pemimpin bertindak sebagai bapak
2). Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
3). Selalu memberikan perlindungan
4). Keputusan ada ditangan pemimpin.

4. Tipe Militerlistik
Ciri-cirinya antara lain:
1). Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
2). Menggunakan sistem komandu / perintah
3). Segala sesuatu bersifat formal
4). Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku

5. Tipe Demokratis
Ciri-cirinya antara lain:
1). Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
2). Bersifat terbuka
3). Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru
4). Dalam pengambilan keputusan mengutamakan musyawarah untuk mufakat
5). Menghargai potensi individu.

6. Tipe Open Leadership
Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis, perbedaanya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini kepetusan ada ditangan pemimpin.

Contoh Kasus I
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Hakim,ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “.. dalam tentara, saya membuat keputusan untuk bagian saya dan semua mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu. ”

Pertanyaan Kasus I :
1. Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya ? Bandingkan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu tentara ?
2. Konsekuensinya apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinanya ? Apa saran bagi perusahaan untuk merubah keadaan ?
Berdasarkan teori & contoh kasus yang diberikan, maka pertanyaan dapat dijawab. Pak Hartoyo mempunyai latar belakang pekerjaan & terdidik dalam jiwa kemiliteran. Yang tegas, menggunakan sistem komando, dan membuat keputusan secara langsung tanpa mengadakan rapat (musyawarah). Dapat disimpulkan bahwa pak Hartoyo masih menggunakan gaya kepemimpinannya yang lama yaitu Militerlistik. Dengan gaya kepemimpinan Hartoyo ini memiliki keuntungan & kelemahan, dimana jika ditelaah keuntungannya yaitu seperti adanya bawahan bisa sopan dengan atasan dalam organisasi, adanya pengambilan keputusan yang langsung dan tegas tidak ditunda-tunda, dan juga disiplin dalam segala hal. Kelemahan dari gaya kepemimpinan dia adalah terlihat kaku dalam setiap kondisi, karena dalam berbagai hal dilakukan dengan cara formal. Tidak adanya sifat keterbukaan & demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan sehingga bawahan merasa tidak dihargai. Jika dibandingkan dengan bawahan Hartoyo pada sekarang dan sewaktu ia menjadi tentara hal ini malah berbanding terbalik, sewaktu menjadi tentara bawahan Hartoyo senang dengan keputusan yang diambil Hartoyo. Hal ini bisa disebabkan karena latar belakang bawahannya adalah tentara, jadi semua hal yang dilakukan mudah diterima dan didukung. Berbeda dengan bawahan Hartoyo saat ini yang tidak memiliki latar belakang pendidikan militer, jadi motivasi untuk bekerja jauh menurun. Hal ini akan sangat mempenagruhi motivasi kerja karyawan/ bawahannya.
Akan ada konsekuensi dengan gaya kepemimpinan ini. Beberapa diataranya adalah motivasi kerja karyawan/bawahan menurun, hal ini akan mengakibatkan produktivitas peruhaaan tersendat dan mengakibatkan perusahaan bankrut. Selain itu resikonya adalah kemungkinan karyawan yang ‘resign’ akan banyak. Sebagai saran, sebaiknya Hartoyo mengubah pelan-pelan sebagian dari gaya kepemimpinan dia di Perusahaan. Hal utama yang mesti diubah adalah gaya pengambilan keputusan dia yang mutlak, menjadi demokrasi sehingga karyawan/bawahan merasa dihargai dan berani mengutarakan pendapatnya, yang pada akhirnya terjadi mufakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s