Kriteria Bahasa Pemrograman 1.2

Seorang programmer akan memilih bahasa pemrogramannya jika merasa bahwa bahasa pemrograman tersebut bagus dan mudah digunakan. Ada beberapa kriteria untuk penilaian suatu bahasa pemrograman, yaitu:
a. Clarity, Simplicity dan unity
Bahasa pemrograman harus dapat menolong programmer untuk membuat suatu desain prgram jauh sebelum programmer melakukan coding. Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programmer mengembangkan suatu algoritma sehingga algoritma yang dihasilkan mempunyai kompleksitas yang rendah.
Syntax bahasa pemrograman memengaruhi kemudahan ketika program mulai ditulis, dites dan dimodifikasi. Program yang mudah dibaca adalah kunci dari hal tersebut.
b. Orthogonality
Orthogonality menunjuk kepada suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan. Contohnya, suatu bahasa pemrograman mendukung suatu ekspresi yang dapat menghasilkan suatu nilai dan bahasa pemrograman tersebut juga mendukung suatu statemen kondisi yang mengevaluasi suatu ekspresi untuk mendapatkan nilai true atau false. Dua fitur dari bahasa pemrograman tersebut, yaitu ekspresi dan statemen kondisi, adalah orthogonal jika sembarang ekspresi dapat digunakan (dan dievaluasi) di dalam statemen kondisi
Ketika fitur bahasa pemrograman adalah orthogonal, maka bahasa pemrograman tersebut akan mudah dipelajari dan program akan mudah ditulis karena hanya ada sedikitexeption dan case yang harus diingat.
c. Kewajaran untuk Aplikasi
Bahasa pemrograman membutuhkan syntax yang tepat/cocok yang digunakan pada struktur program untuk merefleksikan struktur logika yang melandasi suatu algoritma.
Bahasa pemrograman harus mempunyai struktur data, operasi-operasi, struktur kontrol dan syntax alami yang tepat/cocok untuk memecahkan suatu masalah. Suatu bahasa pemrograman didesain secara khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya PROLOG digunakan untuk keperluan deduksi atau C++ untuk pemrograman berorientasi obyek.
d. Mendukung Abstraksi
Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programmer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi. Kemudahan abstraksi tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan fitur-fitur yang ada dalam bahasa pemrograman.
e. Kemudahan untuk Verifikasi Program
Verifikasi program merupakan hal penting bagi sebuah program karena verifikasi yang mudah maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan. Kesederhanaan struktur semantic dan syntax merupakan aspek primer yang memengaruhi kesederhanaan verifikasi program.
f. Lingkungan Pemrograman
Bahasa pemrograman yang baik dan lengkap akan memudahkan programmer untuk mengimplementasikan abstraksi yang sudah disusunya. Lingkungan pemrograman di sini dapat berarti editor yang digunakan, dokumentasi yang baik dari bahasa pemrograman, fasilitas debugging, user interface yang baik, ataupun tool lain yang dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan programmer.
g. Portabilitas Program
Salah satu kriteria penting untuk proyek pemrograman adalah kemudahan program yang sudah jadi untuk dipindah-pndahkan dari komputer yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan, ke kemputer lain yang akan menggunakannya.
h. Biaya Eksekusi Program
Biaya merupakan elemen penting dalam mengevaluasi suatu bahasa pemrograman. Ada beberapa biaya yang dapat diukur, yaitu:
1. Biaya eksekusi program
Program yang sering dieksekusi akan membutuhkan suatu kode executable yang efisien sehingga cepat untuk dieksekusi. Semakin cepat suatu program dieksekusi maka akan semakin murah biaya eksekusi program.
2. Biaya translasi/kompilasi program
Untuk pembelajaran, kecepatan translasi lebih diutamakan daripada eksekusi program karena pada pembelajaran lebih sering dilakukan translasi/kompilasi daripada eksekusi program yang dihasilkan. Oleh karena itu, lebih dibutuhkan compiler yang efisien dibandingkan kode executable yang efisien
3. Biaya penciptaan, testing dan penggunaan program
Semakin baik dan lengkap lingkungan pemrograman maka ketiga biaya ini akan menjadi rendah. Hal ini disebabkan tidak banyak waktu dan tenaga serta pikiran yang dicurahkan ke pembuatan program.
4. Biaya pemeliharaan program
Pemeliharaan program termasuk perbaikan error yang muncul ketika program sudah digunakan, perubahan yang dibutuhkan pada program ketika hardware atau sistem operasi berubah dan penyesuaian kebutuhan dengan kebutuhan dengan kebutuhan yng baru.
Pemeliharaan merupakan salah satu biaya terbesar dari life cyclle cost dan merupakan suatu hal yang membosankan.
-Iwan Binanto-
(SultanLuckQ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s