Culture As A Mirror #

Kebudayaan, do you know about this idiom ?
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. In Latin language, culture came from word Colere, which is mean land processing. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai ” segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. ”
Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu (Keesing, Jilid I)
Bagaimana dengan kebudayaan (budaya) disekitarmu ?
Penulis ingin sedikit berbagi cerita tentang kebudayaan di lingkungan sekitar aku. Generally, every places has an own characteristic culture, especially in Indonesia. Indonesia adalah negara berkembang tapi kaya. Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam-nya tetapi juga sumber daya manusia-nya. Nah, salah satu contohnya adalah seperti budaya berbahasa, bergaul, bertingkah-laku, dan hal-hal sederhana lainnya yang sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Semua itu lahir dari lingkungan internal keluarga.
^^) Salah satu kebiasaan bangsa Indonesia sebelum berpergian adalah hendak berpamitan dengan orang tua/kakak atau orang yang dituakan.
^^) Contoh lain-nya adalah bertutur kata yang sopan & halus kepada orang yang lebih tua terlebih kepada kedua orang tua.
^^) Monghormati & Menghargai mereka yang lebih tua, bertingkah laku yang wajar & baik. Dan lain sebagainya.
Dalam Sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.
Manusia dan kebudayaan mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.
Sebagai bangsa yang berbudaya dan memiliki kebudayaan, mari kita lestarikan budaya & kebudayaan kita sendiri agar tetap menjadi jati diri asli bangsa ini. Banggalah karena memiliki kebudayaan, karena dengan demikian kita bangga akan hasil karya pemikiran bangsa kita sendiri.
(SultanLuckQ)

4 thoughts on “Culture As A Mirror #

  1. The gejuinie identity of a nation. That is how it should remain. Who a people are and what they do. That is worth seeing. More so then some war, palace tour.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s